Pertamina Terus Pantau Lokasi Rawan Kekurangan Stok BBM

By on June 17, 2018
adim

KANALNEWS.co, Jakarta – PT Pertamina (Persero) melihat adanya tren penurunan jumlah pemudik pada hari H Lebaran 2018, dimana tampak pada penyaluran BBM pada Jumat (15/6).

Berdasarkan pantauan Satgas RAFI di lapangan,  penyaluran semua jenis BBM menunjukkan penurunan pada hari H Lebaran, hanya Pertamax yang tetap naik sebesar 2 persen dari rata-rata harian.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan meskipun puncak arus mudik telah lewat, Satgas RAFI 2018 tetap bekerja menjaga suplai BBM, terutama kebutuhan masyarakat khususnya di kota-kota tujuan mudik serta kawasan wisata.

“Lokasi tersebut terus kami pantau, dimana stok dijaga dalam kondisi aman serta tetap menyiagakan SPBU Kantong, atau tangki berisi penuh BBM yang disiagakan tidak jauh dari SPBU guna memudahkan penyaluran BBM apabila terjadi kemacetan, khususnya di daerah wisata,” ujar Adiatma Sabtu (16/6) kemarin.

Menurut Adiatma, penurunan konsumsi juga terjadi pada LPG, dimana pada hari Lebaran konsumsi LPG rumah tangga sekitar 860 MT. Padahal pada H-1 masih tinggi, atau naik 20 persen dari konsumsi normal, dengan konsumsi lebih dari 27 ribu MT.

“Kebutuhan LPG di masyarakat pada perayaan Idul Fitri menurun drastis, meskipun demikian Pertamina tetap siaga mengamankan suplai maupun stok LPG, menyiagakan 31 ribu pangkalan siaga di seluruh Indonesia,” kata Adiatma.

Stok BBM Pertamina

Konsumsi Bright Gas MeningkatBerdasarkan laporan Satgas RAFI 2018, persentase penjualan LPG tertinggi terjadi pada Bright Gas 5,5 kg dan LPG 3 kg yang meningkat masing-masing sebesar 7 persen dari rata-rata harian, disusul Bright Gas 12 Kg yang meningkat sebesar 6 persen.

Adapun jika dibandingkan masa Satgas tahun 2017, lonjakan kenaikan tertinggi terjadi pada Bright Gas 5,5 kg yang meningkat hingga 80 persen serta Bright Gas 12 kg meningkat sebesar 10 persen.

Pertamina menghimbau masyarakat untuk membeli LPG di agen dan pangkalan resmi serta mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan LPG Non Subsidi agar LPG bersubsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu dapat tepat sasaran penggunaannya.

“Sesuai dengan kebijakan pendistribusian LPG 3 kg bersubsidi,  Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan LPG 3kg. Jadi jika di tingkat pengecer harga mahal atau tidak ada kami menghimbau masyarakat membeli di agen, pangkalan atau SPBU, stoknya banyak,”tegasnya.(mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>