KANALNEWS.co, Jakarta –  Banyak para konsumen kendaraan di tanah air enggan memilih kendaraan bertransmisi matik sebagai kendaraan pribadinya dengan memakai alasan menggunakan kendaraan bertransmisi matik itu boros dalam mengkonsumsi bahan bakar. Pendapat itu tentu tidak salah, karena mereka beranggapan mesin mobil bertransmisi matik bekerja pada RPM sesuai kondisi yg terjadi karena perpindahan gigi versnelling diatur oleh ECU, sehingga akselerasi menjadi lambat yang berakibat borosnya pemakaian bahan bakar.

Tampilan anyar New Grand Kijang Innova 2011
Namun setelah ditelusuri, pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Hal tersebut dibuktikan kanalnews.co pada saat mudik lebaran 2011 lalu keliling Jawa Timur dengan menjajal Grand New Kijang Innova tipe G berbahan bakar bensin bertransmisi Automatic. Selama ini banyak sekali orang menilai Kijang Innova ini sangat boros bahan bakar, terutama yang ‘peminum’ bensin.

Saat menguji, kanalnews.co  menerapkan beberapa ‘strategi’ untuk mengukur boros tidaknya Innova Matik ini apalagi, kondisi lalu lintas saat mudik sungguh-sungguh sangat ‘meriah’ (macet parah) yang berakibat borosnya konsumsi bahan bakar.

Usai mengisi BBM penuh di kawasan TB Simatupang, kami langsung mengarahkan kendaraan melalui tol lingkar luar yang berlanjut menuju tol Jakarta-Cikampek. Kondisi jalan tol sendiri dalam keadaan padat lancar dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Namun selepas gerbang tol  Cikampek, kondisinya jangan ditanya, macetnya minta ampun. Kendaraan pribadi, bus malam, sepeda motor bahkan bajaj tumplek blek menjadi satu meramaikan pesta mudik setahun sekali ini.

Ditepi waduk Selorejo, Kab. Malang, Jawa Timur
Meski kondisi masih bisa jalan, namun kecepatan tidak lebih dari 20 km/jam. Butuh waktu sekitar lima jam lebih untuk bisa lepas dari kepadatan yang begitu parah dari gerbang tol Cikampek hingga kawasan Pamanukan. Saat di kawasan Patrol Kab, Indramayu, jarak tempuh yang sudah menunjukkan angka 162 km, kami mencoba mengisi bensin hingga penuh.  Hasilnya mobil ini sungguh rakus, karena butuh minum sebanyak 22,5 liter. Artinya dengan kondisi seperti itu konsumsi bahan bakar mencapi 1 liter untuk jarak 6,8 km.

Selepas mengisi bensin kondisi jalan relatif lancar dengan kecepatan 70 km/jam. Namun kami terjebak kemacetan parah tidak kurang hampir satu jam di kawasan Susukan, Kab Cirebon akibat adanya kecelakaan. Butuh waktu tidak kurang hampir satu jam sepanjang 5 km sejak berhenti merambat hingga lokasi kecelakaan. Untungnya mobil bertransmisi matik ini tidak membuat kaki menjadi capek.

Sempet mampir melakukan service berkala di Posko Mudik Toyota di kawasan Alas Roban
Dengan jarak tempuh 97,6 km, lalu kami mengisi kembali bahan bakar di rest area tol Cirebon sambil istirahat sejenak di Posko Siaga Toyota. Butuh sebanyak 12,2 liter hingga penuh yang artinya jika dirata-rata 1 liter untuk 8 km.

Perjalanan pun kami lanjutkan kembali dengan kondisi macet di kawasan Brebes dan Tegal hingga Alas Roban dengan kondisi jalan menanjak, berkelok dan sangat enak untuk memaikan tuas versneling matik dari posisi D ke 3 atau sebaliknya. Tenaga sebesar 136 ps pada 5.600 rpm dan torsi 18.6 kgm pada 4.000 rpm pun cukup handal di jalanan tersebut. Akhirnya kami kembali istirahat sejenak di Posko Siaga Toyota di kawasan Alas Roban sekaligus melakukan Service Berkala.

Perjalanan mudik ke Surabaya kami lanjutkan kembali melewati Semarang dan Salatiga dengan kondisi jalan menanjak dan berkelok di malam hari dengan kondisi lancar karena sepi. Di Salatiga BBM pun kembali diisi penuh. Dengan jarak tempuh yang cukup jauh sejak pengisian terakhir di rest area tol Cirebon konsumsi bahan bakar pun juga semakin bertambah irit yakni rata-rata 1 liter untuk 9,5 km.

Mampir di jembatan Suramadu
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Surabaya melewati Solo-Ngawi-Caruban dengan kondisi ramai dan lancar. Kecepatan bisa ditempuh 80-100 km/jam. Di Caruban kami kembali mengisi BBM hingga penuh. Hasilnya, mobil yang mengusung mesin dipasangi mesin tipe 1TR-FE 4 silinder, inline, 16 valve, DOHC, VVT-i berkapasitas 1.998 cc yang sama dengan yang dipasang di model sebelumnya ini mampu semakin irit. Rata-rata 1 liter mampu menempuh jarak 11,2 km.

Yang paling mengagetkan, saat kami mengisi BBM kembali saat akan masuk kota Surabaya, mobil yang perangkat audionya kini sudah menggunakan monitor 7 inci berteknologi layar sentuh yang tidak terdapat pada varian pendahulunya mampu lebih irit lagi. Dengan kondisi jalan antara Caruban-Surabaya dengan kecepatan rata-rata antara 100-130 km/jam konsumsi BBM mobil ini bisa mencapai 1 liter/12,1 km.

Interior New Gran Kijang Innova Matik
Namun berbeda saat kami mengendarai di dalam kota Surabaya, pegunungan di Malang, Batu, Blitar ataupun di kawasan pedesaan Kab. Mojokerto. Konsumsi BBM mobil ini 1 liternya bisa ditempuh rata-rata antara 9-10,1 km. Di kawasan tersebut kami selalu menerapkan smart driving agar konsumsi bahan bakar tidak terlalu boros. Kecepatan mobil dipertahankan pada putaran mesin dikisaran antara 1.500 hingga 2.200 RPM.

Dengan menempuh jarak total sepanjang 2.569 km selama mudik hingga kembali ke Jakarta, kami menghabiskan bahan bakar sebanyak sebanyak 282 liter. Sehingga jika dirata-rata maka konsumsi bahan bakar Grand New Kijang Innova G Matik ini rata-rata 1 liter dapat ditempuh sejauh 9,1 km

Di hutan karet kawasan Pacet,Kab. Mojokerto, Jawa Timur
Inilah hasil pengujian yang kami lakukan untuk menjawab anggapan para konsumen bahwa transmisi matik itu boros sekali. Transmisi matik dengan teknologi masa kini boleh dikatakan lebih nyaman dibandingkan transmisi manual. Bahkan akselerasi matik juga sangat baik saat ini, beda dengan mobil transmisi matik masa lalu yang memiliki akselerasi sangat lambat. 

Secara umum kelebihan transmisi matik  ini untuk mengurangi kelelahan pengemudi karena tidak perlu mengganti-ganti gigi versnelling dengan menginjakkan kaki di pedal kompling, apalagi bila suasana jalan macet. Bahkan handling mobil pun menjadi lebih nyaman. Sekarang tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan anda. Ranoe Nirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here