Menangkap Peluang di Era Digitalisasi

By on March 13, 2019
statup3

KANALNEWS.co, Jakarta – Kemajuan ekonomi digital dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya memberdayakan kelompok wirausaha serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)  untuk masuk ke dalam ekosistem digital, serta pengembangan industri financial technology (fintech) syariah.

Praktisi Startup, Hamdan Hamedan, mengatakan, para pemangku kepentingan harus dapat menangkap peluang dalam era digitalisasi seperti saat ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk yang untuk kalangan santri.

“Dalam hal ini pemberdayaan santri menjadi urgensi, karena ada sekitar 4 juta santri di Indonesia ditambah purna santri yang angkanya meningkat berpuluh-puluh kali lipat, namun secara umum mereka belum tergali untuk menerapkan pemberdayaan ekonomi umat,” kata Hamdan Hamedan di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Sementara, Pengamat Ekonomi Digital, Beginda Pakpahan lebih melihat tantangan dari digitalisasi ekonomi di Indonesia adalah sumber daya manusia, regulasi serta pelaksanaan di lapangan, infrastruktur komunikasi, serta teknologi dan ekonomi syariah.

Menurut Pakpahan, masih terlalu banyak instansi pemerintah yang terlibat dalam mengatur digitalisasi ekonomi di Indonesia.

“Pemerintah harus mempertimbangkan kemungkinan untuk membentuk lembaga tersendiri yang bertugas melakukan pengaturan digitalisasi sektorekonomi  di Indonesia,” kata Pakpahan.

Pada bagian lain, Ketua Dewan Pembina Markas Terpadu C19 K.H. Ma’aruf Amin, Gus Syauqi Ma’aruf Amin melihat, keterbukaan ekonomi dalam era ekonomi digital akan mendorong kolaborasi antara pelaku ekonomi kecil dan industri besar sehingga tercipta efek trickle down yang dapat mendorong terciptanya ekonomi berkeadilan.(Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>