KANALNEWS.co, Jakarta, Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN, Ahmad Rofik,mengatakan, dari program 35 ribu megawatt (MW), PLN telah berhasil melistriki desa terpencil dan terdepan di Maluku dan Papua yang jumalah mencapai 76 ribu desa lebih tahun 2018. Sekarang semua desa di Maluku dan Papua telah menikmati terangnya listrik.

Ahmad Rofik, mengemukakan hal itu ketika menyampaikan presentasinya pada acara berbuka puasa Ramadhan bersama media di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (22/5) malam.

“Alhamdulillah, PLN telah berhasil melistriki seluruh desa di Papua. Ini bagian dari program 35.000 MW. Dan, ini juga sesuai dengan perintah Bapak Presiaden Joko Widodo, di mana beliau minta agara seluruh desa di papua dapat menikmati terangnya listrik,” kata Ahmad Rofik.

Ketika ditanya wartawan, apakah baiaya yang dibelanjakan PLN  untuk melistriki desa-desa tersebut seimbang dengan pendapatan mengingat seluruh desa di Papua diberi keringan dengan fasulitas listrik bersubsidi, Ahmad Rofik, menjelaskan hal itu tidak seimbang sehingga mengakibatkan PLN mengalami defisit pendapatan.

“Namun, melistriki desa-desa di Papua misinya itu berbagi kebahagian. Karena, tugas PLN tidak hanya mencari laba akan tetapi ada misi-misi sosialnya yang harus diperankan oleh PLN. Soal defist, itu kami carikan solusinya. Untuk saat ini solusinya adalah melalui subsidi silang, di mana unit-unit usaha PLN seperti seperti di Jawa dan Sumatera yang mendapat laba dialokasikan untuk menutup defisi tersebut,” kata Ahmad Rofik.

Sementara, Ahmad Rofik. menambahkan, saat ini wilayah yang dibawah naunganya adalah Maluku dan Papua yang terdiri dari empat provinsi. Khusus di Papua, wilayahnya terdiri dari pulau-pulau kecil dan desa-desa terpencil. Kondisi ini membuat PLN harus membayar mahal untuk melistriki desa tersebut.

“Kalau ditanya, ada berapa lagi desa di Papua yang belum terlistriki.Ya, itu pulau-pulau kecil dan desa teresolasi, sehingga untuk memsasng instalasi listrik, tingkat kesulitan sangat tinggi,” kata  Rofik.

Disamping itu, di Papua pemekaran desa terjadi begitu cepatnya. Hal ini, kata Rofik,  menjadi kendala tersendiri karena lebih cepat pemekarannya. “Nah, ketika Bapak Presiden Joko Widodo berkunjung ke desa-desa itu, mereka langsung minta liatrik: ‘Pak Presidan, kami minta tolong desa kami untuk dilistriki’. Dan, PLN harus siap untuk melistriki desa-desa tersebut,” ujar Rafik.

Ketika menimpali waratwan yang menanyakan, jika saja nanti terjadi pergantian penguasa.Apakah PLN tetap akan menjalankan kebijakan yang sama di Papua. Ahmad Rofik menjawab, pada dasarnya bahwa PLN akan mejalankan kebijakan sesuai dengan petunjuk dan arahan dari Pemerintah.

“Jadi, siapapun nanti yang berkuasa, PLN akan patuh pada petunjuk dan arahan Pemerintah,” pungkasnya. (mul)