Kementerian PUPR Butuh Waktu 3 Bulan Penanganan Infrstruktur di Asmat

By on February 8, 2018
ari

KANALNEWS.co, Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera merealisasikan penyiapan infrastruktur Asmat, sebuah Kabupaten beribukotakan Agats yang baru-baru ini dilanda penyakit busung lapar alias gizi buruk.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, di Jakarta, Kamis (8/2), terkait dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan sarana-prasarana bagi masyarakat di Kabupaten Asmat, Papua.

“Sesuai dengan arahan Bapak Menteri (Basuki Hadimuljono–red), agar  pengembangan infrastruktur Asmat dilaksanakan secepatnya. Oleh karena itu, Minggu depan mobilitas material untuk penyiapan infrastruktur Asmat mulai bergerak menuju Asmat,” kata Arie Setiadi Moerwanto.

Menurutnya, Kementerian PUPR berperan melalui penyiapan infrastruktur guna mengantisipasi kasus gizi buruk yang melanda masyarakat di kabupaten Asmat yang mengakibatkan 72 orang meninggal, tidak terulang lagi.

“Jadi, tugas kita mengantisipasi agar gizi buruk di Asmat tak terulang lagi,” katanya.

Ditegasknnya, Asmat berpenduduk sekitar 30 ribu jiwa yang menyebar di 23 Distrik, sebagian besar wilayahnya terdiri dari rawa dengan moda transportasi antar distrik melewati sungai dan pantai.

Sementara itu, Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Ditjen Cipta karya, Dwityo Akoro Soeranto, menjelaskan, kendala yang dihadapi masyarakat Asmat selama ini antara lain minimnya pengetahuan tentang kesehatan, prilaku hidup sehat belum diterapkan, minimnya akses menuju sarana umum seperti Puskesmas dan lingkungan yang tidak sehat.

Yang mendesak untuk dilakukan, kata Dwityo, adalah penagngan sanitasi dan penyediaan air bersih.”Untuk itu langkah yang mendesak pertama perbaikan sanitasi dan air bersih. Artinya, sanitasi dan air bersih yang telah berhasil dibangun selama ini akan diperluas lagi wilayah pelayanannya,” kata Dwityo.

Disamping itu, pemerintah segera merealisasikan rumah khusus bagi masyarakat Asmat serta akan membangun akses penghubung antar distrik dengan membangun jalan dan jembatan. Arie Setiadi Moerwanto menambahkan, tindak lanjut yang segera dilakukan Kementerian PUPR adalah melakukan asksi cepat, yaitu mengganti jembatan kayu dengan jembatan gantung serta pengembangkan lokasi rumah khusus di kawasan permukiman baru kota Agats.

“Kita segera akan membangun jalan dan mengganti jembatan kayu dengan jembatan gantung. Ini, sesuai hasil Rapat di Agats, pembangunan jalan dan jembatan dilaksankan oleh Ditjen Bina Marga BPJN X Papua,” kata Arie Setiadi.

Dirjen Bina Marga memperkirakan, program jangka pendek pembangunan infrastruktur ini akan memakan waktu selama 3 bulan.  Namun itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimujono enggan mengunjungi Asmat sebelum pembangunan tersebut berjalan.

“Yang menjadi catatan kita bahwa Pak Menteri (Basuki Hadimuljono–red) belum bersedia ke Asmat kalau belum melihat hasil pembangunan. Jadi, kita harus melakukan aksi cepat sesuai rencana. Minggu depan mobilitas bergerak, pembangunan jalan dan jembatan oleh Bina Marga dan sanitasi dan air bersih dikoordinasikan Cipta Karya,” kata Arie Setiadi Moerwanto. (mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>