Dukung Infrastruktur KSPN, Kementerian PUPR: Diperlukan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan

By on February 15, 2019
adi2

KANALNEWS.co, Jakarta – Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan devisa negara non migas diantaranya dari  sektor pengembangan pariwisata melalui dukungan infrastruktur yang dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Demikian ditegaskan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Hadi Sucahyono, dalam jumpa pers yang berlangsung di arena PUPR EXPO 4.0 di Ruang Serbaguna Gedung Utama Lt.1, Kementerian PUPR, Jumat (25/2/2019).

“Badan Pengembangan Infratsuktur Wilayah, Kementerian PUPR telah membuat konsep pengembangan wilayah untuk 10 + 2 KSPN, yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayan, kepulaun Seribu, Wakatobi, Morontai, Tanjung Lesung, Borobudur,  Bromo-Tengger-Semiru, Mandalika, Labuan Bajo plus Mande dan Toraja. Tujuannya, untuk meningkatkan devisa nergara non-Migas,” kata  Hadi Sucahyono.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PUPR tersebut akan difokuskan pada 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) yang mencakup 97 kawasan strategis, bertujuan untuk meningkatkan daya  saing dan mengurangi disparitas antar wilayah.

Hadi Sucahyono dalam keterangannya mengatakan, esensi dari pengembangan wilayah tersebut adalah pengembangan wilayah terpadu dengan “market driven”, daya dukung dan daya tampung lingkungan, memfokuskan pengembangan infrastruktur menuju wilayah strategis, mendukung percepatan pertumbuhan kawasan-kawasan pertumbuhandi WPS, dan mengurangi disparitas antar kawasandi dalamWPS.

Untuk itu, kata dia, diperlukan pertama keterpaduan Perencanaan antara Infrastruktur dengan pengembangan kawasan strategisdalamWPS, kedua sinkronisasi Program antar infrastruktur (Fungsi, Lokasi, Waktu, Besaran, dan Dana), dan ketiga koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan.

Menurtnya, Kementerian PUPR, dalam hal ini BPIW memastikan penanganan terpadu infrastruktur di sektor 10+2 KSPN) prioritas, akan terwujud melalui koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan. “Ini, diperlukan adanya koordianasi dan sinkronisasi pelaksanaan dengan pemerintah daerah,” kata Hadi.

KSPN Danau Toba, menurut Hadi Sucahyono,  menjadi salah satu prioritas. Pada destinasi Danau Toba terdapat  sejumlah pengembangan seperti sektor konektivitas seperti program pembangunan overpass, pembangunan jalan bebas hambatan jalan tol, pelebaran jalan. “Dukungan infrastruktur di 10 Destinasi Pariwisata menjadi Prioritas,” katanya.

Disamping itu, kata Hadi Sucahyono,  Kementerian PUPR juga menyediakan infrastruktur terpadu untuk 10+2 KSPN prioritas seperti Rest Area, pengembangan permukiman warga, pengelolaan sumber daya air. “Hal ini kita lakukan dalam rangka mewujudkan ‘Bali Baru’ sehingga target kunjungan wisatawan, baik wisatawan asing maupun wisatawan domestik terus meningkat,” kata Hadi  Sucahyono.

Sebagai informasi bahwa perbandingan kedatangan wiasatawan asing antara Indonesia dengan pasar regional dan global sekarang  adalah Indonesia, Growth: 25,68%, Asean,Growth: 7% dan World, Growth: 6% (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>