Akhirnya Nasional Berhasil Kuasai 51% Saham Freeport Indonesia

By on July 14, 2018
infree1

KANALNEWS.co, Jakarta – Pemerintah Indonesia akhirnya berhasil mengupayakan keterlibatan nasional menguasai 51 persen saham tambang emas Freeport di Papua.

Perundingan sejak Kamis 12 Juli 2018 sore, dilakukan penandatanganan pokok-pokok kesepakatan divestasi atau Head of Agreement (HoA) antara PT Freeport Indonesia antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) yang merupakan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor tambang dan Freeport McMoran Inc.

Dalam kesepakatan ini Inalum akan menguasai 41,64 persen PT Freeport Indonesia. Langkah ini untuk menggenapi 51 persen kepemilikan saham oleh pihak nasional.

Proses yang akan dilakukan, Inalum mengeluarkan dana sebesar USD 3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi dari Rio Tinto di Freeport Indonesia dan 100 persen saham Freeport McMoran di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36 persen saham di Freport Indonesia.

Dalam penandatanganan ini, Inalum diwakili oleh Direktur Utama Budi Gunadi sementara Freeport diwakili oleh Presiden Direktur Freeport McMoran Richard Adkerson.

Menteri BUMN, Rini Soemarno (kanan) dan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) foto bersama dengan CEO PT Freeport Richard Adkerson. Tampak, Adkerson bersalaman dengan Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin usai HoA.

Penandatanganan disaksikan oleh empat menteri yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Hadir juga pihak Freeport Indonesia yaitu Executive Director Tony Wenas.

Sementara, di tempat terpisa, Presiden Joko Widodo mengatakan, proses untuk mendapatkan saham Freeport Indonesia itu tidak mudah. Pemerintah harus melalui negosiasi yang cukup alot dengan perusahaan induk Freeport.

“Ya, seperti kita ketahui Freeport Indonesia telah kelola tambang hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan 9,36 persen (Indonesia). Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan. Sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini, tapi memang kita kerjain ini diam, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah,” kata Joko Widodo. (mk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>